Mau Daftar Jadi Driver Uber? Ketahui Dulu Konsekuensinya

Kebanyakan orang tergiur dengan besarnya penghasilan Uber atau taxi online sejenis. Tapi, apakah anda tahu konsekuensinya jika anda bekerja sebagai driver, pernah berpikir sejauh itu? Jika belum tahu konsekuensinya, anda harus baca tulisan saya ini.

  1. Tidak Semua Rider Itu Ramah dan Sopan
  2. Apa anda rela jika mendapatkan seorang Rider (penumpang) yang tidak ramah? Misal mereka tidak sabaran dan terus memojokkan anda karena mungkin cara anda menyetir terasa lambat, dan alasan ba bi bu lainnya. Apalagi, jika anda mendapatkan Rider yang tidak sopan, bayangkan saja jika si Rider membuang sampah bekas makanan misalnya di mobil anda.

    Meskipun hak dan harga diri anda terasa diinjak-injak, anda perlu sabar menghadapinya. Terima konsekuensi ini sebelum anda bekerja sebagai driver Uber, Grabcar, maupun Gocar. Percaya deh, masih ada loh Rider yang kelakuannya seperti Raja yang zalim begitu.

  3. Urgensi Yang Tidak Terjadwal
  4. Kebayang ga, misal anda dapat order dari Rider yang mau pergi ke suatu tempat dan terhimpit oleh urgensi yang tidak terjadwal. Misal, si Rider order jam 10:00 WIB dan anda menyetujui ordernya tanpa mengetahui tujuan si Rider sebelumnya. Setelah anda menyetujui order, anda baru tahu bahwa si Rider butuh pergi dengan cepat ke suatu tempat tepat jam 10:30 WIB. Padahal, anda saja perlu waktu untuk mencari lokasi si Rider dan perjalanan ke TKP dengan si Rider juga perlu waktu. Ada loh yang begini.

    Anda berani ambil konsekuensi yang ini juga? Cancel order saja. Yakin? Jika anda melakukan cancel rating anda bisa turun loh atau anda bisa kena potongan sebesar Rp 10.000,- jika melakukan cancel setelah melewati 5 menit.

  5. Harus Bersedia Mengemudi Tanpa Bayaran dari Penumpang Saat Promo
  6. Kebanyakan Driver Uber maupun driver online lainnya malas untuk menerima order penumpang di saat masa promosi berlangsung. Alasannya klasik, “Dikira beli bensin gratis”. Tunggu dulu, saat promosi berlangsung Driver tetap dibayar kok oleh Uber. Jadi, alasan klasik di atas seharusnya perlu dikoreksi, atau memang si Driver kurang informasi.

  7. Harus Rela Tahan Pegel dan Capek
  8. Ya namanya juga kerja pasti pegel dan capek, kerjaan yang cuma duduk di depan komputer saja capeknya minta ampun meskipun sudah pakai kursi yang mahal. Kalau masih ngeluh pegel dan capek, fix anda itu anak manja berkulit orang tua haha.

  9. Jangan Perhitungan
  10. Beberapa Driver masih saja ada yang perhitungan, loh. Awal gabung tujuannya memang mau cepat kaya, jadi ya segalanya dihitung-hitung dan rasa syukurnya dibuang. Memang sudah konsekuensinya anda membayar biaya perawatan mobil, dan berbagi hasil dengan pihak perusahaan.

    Kalau anda bisa terima konsekuensi ini, silahkan menjadi Driver Uber sekarang juga, daftar di sini. Tapi jika anda tidak mau terima konsekuensinya, silahkan cari pekerjaan lain, karena anda pasti akan merasa terus dirugikan padahal sudah dapat banyak keuntungan dari hasil berkendara dengan Uber.

Tulisan ini silahkan anda renungi, setiap pekerjaan pasti ada enak dan tidak enaknya. Contoh saja, saya ini pekerjaan full time internet marketing dan harus menerima konsekuensi jikalau bulan berikutnya tidak mendapatkan penghasilan. Meskipun ada cara yang menggiurkan agar penghasilan saya terus lancar dan besar, tapi caranya tidak baik dan hasilnya sudah pasti tidak berkah.

Jadi, sebelum anda terbuai oleh janji manis silahkan anda ketahui dulu suka duka menjadi driver Uber maupun driver online lainnya. Semoga tulisan saya ini bisa membuka pikiran anda dan semakin mempermudah anda untuk mempertimbangkan pekerjaan sebagai driver online.

Daftar Uber Car
Abdul Mupit

Abdul Mupit

Seorang suami biasa penyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi yang ambisius, serta memiliki visi dan misi yang besar, sebesar pemikiran.